KELUARGA BERENCANA (KB)

Senin, 15 Maret 2010
Posted by Ibnu Syahidun
Sekilas Tentang Keluarga Berencana (KB)

Pertumbuhan penduduk setelah Perang Dunia Kedua sangat mengejutkan, terutama di negara berkembang seperti Asia, Afrika, Timor Tengah sehingga menimbulkan keadaan darurat bagi kehidupan bangsanya. Sebenarnya pikiran untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk sudah timbul sejak lama diantaranya Plato (427-347) mengemukakan bahwa sebaiknya pranata sosial dan pemerintahan sebaiknya direncakan keseimbangan antara kebutuhan dan jumlah penduduk itu. Ibnu Khaldun (1332-1407) telah membahas tentang kesuburan wanita, kematian ibu dan anak, masalah migrasi yang berkaitan dengan masalah sosial. Malthus (1766-1834) setelah jaman industri di Eropa, mengeluarkan sebuah buku an Easy on the principle population (1798) yang prinsipnya menyatakan bahwa manusia jangan terlalu banyak mengkhayal dengan kemampuan ilmu dan teknologi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, karena pertumbuhan penduduk laksana deret ukur (perkalian) sedangkan kemampuan alam dalam memenuhi kebutuhan manusia laksana deret hitung (pertambahan).

Kesadaran dunia tentang bahaya pertumbuhan penduduk yang besar dan cepat telah mengundang pemimpin dunia untuk mempersoalkan penduduk dunia yang makin membahayakan, dunia semakin sempit pada hari hak-hak asasi manusia 1967 dengan inti bahwa persoalan penduduk setiap negara merupakan masalah vital dalam kaitan dengan tujuan pembangunan untuk meningkatkan martabat manusia dalam arti luas, bahwa perdamain abadi yang mempunyai arti akan tergantung dari bagaimana setiap negara dapat mengatasi masalah penduduknya yang akan mempunyai dampak nasional dan internasional, dan bahwa rencana kekeluargaan adalah hak asasi manusia, dan pemerintah seyogyanya menyediakan fasilitasnya.
Di Indonesia, gerakan keluarga berencana telah berhasil dengan baik, karena kemampuan kita memberikan komunikasi, informasi, simplifikasi, dan sinkronisasi (KISIS) sehingga dapat diterima sebagai salah satu jalan menuju Normal Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). Gerakan keluarga berencana Indonesia telah menjadi contoh bagaimana negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia dapat mengendalikan dan menerima gerakan keluarga berencana sebagai salah satu bentuk pembangunan keluarga yang lebih dapat dikendalikan untuk mencapai kesejahteraan.

Sekalipun gerakan keluarga berencana nasional dianggap berhasil dan menjadi contoh di dunia, tetapi masih terdapat beberapa pengertian yang salah tentang waktu melaksanakan program keluarga berencana .

Paradigma baru program Keluarga Berencana Nasional telah diubah visinya dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkan “Keluarga Berkualitas tahun 2015”. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggungjawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam paradigma baru program KB ini, misanya sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi, sebagai upaya intregral dalam meningkatkan kualitas keluarga. Keluarga adalah salah satu di antara kelima matra kependudukan yang sangat mempengaruhi perwujudan penduduk yang berkualitas. Vimi tersebut dijabarkan ke dalam enam misi, yaitu:

1. Memberdayakan masyarakat untuk membangun keluarga kecil berkualitas
2. Menggalang kemitraan dalam peningkatan kesejahteraan, kemandirian, dan ketahanan keluarga.
3. Meningkatkan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi
4. Meningkatkan promosi, perlindungan dan upaya perwujudan hak-hak reproduksi
5. Meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan jender melalui program keluarga berencana
6. Mempersiapkan Sumber Daya Manusia berkualitas sejak pembuahan dalam kandungan sampai dengan lanjut usia.

Berdasarkan visi dan misi tersebut, program KB nasional mempunyai kontribusi penting dalam upaya meningkatkan kualitas penduduk. Kontribusi program keluarga berencana nasional tersebut dapat dilihat pada pelaksanaan program Making Pregnancy Safer. Salah satu pesan kunci dalam Rencana Strategik Nasional Making Pregnancy Safer (MPS) di Indonesia 2001-2010 adalah bahwa setiap kehamilan harus merupakan kehamilan yang diinginkan.

Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan keluarga berencana. Masih banyak alasan lain, misalnya membebaskan wanita dari rasa khawatir terhadap terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, terjadinya gangguan fisik atau psikologik akibat tindakan abortus yang tidak aman, serta tuntutan perkembangan sosial terhadap peningkatan status perempuan di masyarakat.

Kontrasepsi untuk kebutuhan keluarga berencana terus berkembang dari tahun ke tahun. Pengembangan hormon progestin untuk pengobatan dimulai pada awal tahun 1950. Hormon progestin pertama kali digunakan untuk mengobati endometrium, ketidakteraturan haid, kelainan perdarahan akibat hormonal. Pada awal tahun 1960, hormon progestin mulai digunakan sebagai kontrasepsi untuk kepentingan keluarga berencana. Salah satu wanita pada pemakaian hormon progestin adalah tidak datangnya haid. Oleh karena itu, sejak tahun 1980 mulai dirintis dan dikembangkan kontrasepsi suntik yang diharapkan tidak mempengaruhi siklus haid.

Laju pertumbuhan penduduk yang cepat merupakan suatu masalah yang besar. Angka kematian bayi dan anak yang berkurang karena sanitasi dan pengendalian penyakit-penyakit yang lebih baik akan menyebabkan jumlah yang bertahan hidup meningkat, sehingga mencukupi pertumbuhan sangat besar pada tahun 1986 populasi dunia sekitar 1 milyar. Tahun 2000 mencapai 6,5 milyar.

Macam-macam Alat Kontrasepsi

A. KONTRASEPSI STERILISASI

Yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi). Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh ginekolog (dokter kandungan). Efektif bila Anda memang ingin melakukan pencegahan kehamilan secara permanen, misalnya karena faktor usia.

B. KONTRASEPSI TEKNIK

  1. Coitus Interruptus (senggama terputus): ejakulasi dilakukan di luar vagina. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat menarik penis keluar.
  2. Sistem kalender (pantang berkala): tidak melakukan senggama pada masa subur, perlu kedisiplinan dan pengertian antara suami istri karena sperma maupun sel telur (ovum) mampu bertahan hidup s/d 48 jam setelah ejakulasi. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan karena salah menghitung masa subur (saat ovulasi) atau siklus haid tidak teratur sehingga perhitungan tidak akurat.
  3. Prolonged lactation atau menyusui, selama 3 bulan setelah melahirkan saat bayi hanya minum ASI dan menstruasi belum terjadi, otomatis Anda tidak akan hamil. Tapi begitu Ibu hanya menyusui <>

C. KONTRASEPSI MEKANIK

  1. Kondom: Efektif 75-80%. Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria maupun wanita serta berfungsi sebagai pemblokir / barrier sperma. Kegagalan pada umumnya karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau terlambat menarik penis setelah ejakulasi sehingga kondom terlepas dan cairan sperma tumpah di dalam vagina. Kekurangan metode ini:
    • Mudah robek bila tergores kuku atau benda tajam lain
    • Membutuhkan waktu untuk pemasangan
    • Mengurangi sensasi seksual
  2. Spermatisida: bahan kimia aktif untuk 'membunuh' sperma, berbentuk cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama. Efektivitasnya 70%. Sayangnya bisa menyebabkan reaksi alergi. Kegagalan sering terjadi karena waktu larut yang belum cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu <>
  3. Vaginal diafragma: lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektivitasnya sangat kecil, karena itu harus digunakan bersama spermatisida untuk mencapai efektivitas 80%. Cara ini bisa gagal bila ukuran diafragma tidak pas, tergeser saat senggama, atau terlalu cepat dilepas (<>
  4. IUD (Intra Uterine Device) atau spiral: terbuat dari bahan polyethylene yang diberi lilitan logam, umumnya tembaga (Cu) dan dipasang di mulut rahim. Efektivitasnya 92-94%. Kelemahan alat ini yaitu bisa menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi panggul, pendarahan di luar masa menstruasi atau darah menstruasi lebih banyak dari biasanya.

IUS atau Intra Uterine System adalah bentuk kontrasepsi terbaru yang menggunakan hormon progesteron sebagai ganti logam. Cara kerjanya sama dengan IUD tembaga, ditambah dengan beberapa nilai plus:

Lebih tidak nyeri dan kemungkinan menimbulkan pendarahan lebih kecil

Menstruasi menjadi lebih ringan (volume darah lebih sedikit) dan waktu haid lebih singkat.

D. KONTRASEPSI HORMONAL

Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena menghambat ovulasi), kontrasepsi ini juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.

Harus diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat hormonal, yaitu:

  • Kontraindikasi mutlak: (sama sekali tidak boleh diberikan):kehamilan, gejala thromboemboli, kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim.
  • Kontraindikasi relatif (boleh diberikan dengan pengawasan intensif oleh dokter): penyakit kencing manis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung.
  • Kontrasepsi hormonal bisa berupa pil KB yang diminum sesuai petunjuk hitungan hari yang ada pada setiap blisternya, suntikan, susuk yang ditanam untuk periode tertentu, koyo KB atau spiral berhormon.

    1. Pil Kontrasepsi Kombinasi (OC / Oral Contraception)

    Berupa kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron. Merupakan metode KB paling efektif karena bekerja dengan beberapa cara sekaligus sbb:

  • Mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur)
  • Meningkatkan kekentalan lendir leher rahim sehingga menghalangi masuknya sperma
  • Membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan
  • Bila pasien disiplin minum OC-nya, bisa dipastikan perlindungan kontrasepsi hampir 100%. Selain itu, OC merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam 3 bulan.

    MANFAAT TAMBAHAN OC

    Selain berfungsi sebagai alat kontrasepsi, OC ternyata juga memberikan manfaat yang tidak langsung berhubungan dengan efek kontrasepsi (non-contraceptive benefits) yaitu menyembuhkan atau mengurangi resiko terjadinya beberapa kelainan atau keluhan tertentu seperti:

    Manfaat penyembuhan OC:

    Menyembuhkan kelainan menstruasi

    Pil kontrasepsi dapat menyembuhkan beberapa kelainan menstruasi umum antara lain:

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur (irregular cycle)
  • Darah yang keluar pada saat menstruasi terlalu banyak (hiper-menore)
  • Sindroma sebelum haid (premenstrual syndrome / PMS)
  • Haid dengan rasa nyeri hebat di perut (dismenore).
  • Dengan mengkonsumsi OC, siklus haid menjadi teratur dan lebih ringan sehingga resiko terkena anemia dan defisiensi besi berkurang s/d 50%.

    Mengatasi masalah hiper-androgenisme

    Dalam tubuh wanita diproduksi hormon reproduksi estrogen, progesteron, dan androgen. Hormon androgen (testosteron) yang umum disebut hormon reproduksi pria dibutuhkan oleh wanita dalam jumlah sangat sedikit (± 0,5 mg / liter darah) untuk daya tahan tubuh dan gairah seksual (libido).

    Wanita usia reproduktif (± 15 - 40 tahun) sering mengalami ketidakseimbangan hormonal dimana produksi hormon androgennya akan meningkat sehingga terjadi hiper-androgen yang bisa menyebabkan:

    • Masalah pada kulit dan rambut: kulit berminyak, komedo, jerawat, ketombe (yang bisa menyebabkan kebotakan) atau hirsutisme (pola tumbuh rambut pada yang wanita yang menyerupai pria / male hair pattern)
    • Masalah ginekologis: gangguan siklus haid, PCOS (poly-cystic-ovarian-syndrome) yang bisa menyebabkan sulit punya anak, kegemukan (obesitas) dan abnormalitas metabolisme tubuh.

    OC istimewa mengandung CPA (Siproteron Asetat), zat anti-androgen paling efektif saat ini yang bekerja khusus mengatasi masalah hiper-androgen dengan menekan produksi androgen (dalam tubuh) dan minyak (di bawah permukaan kulit) sehingga mencegah timbulnya komedo dan ketombe bahkan jerawat.

    Berbeda dengan obat-obatan topikal dan antibiotik yang membunuh bakteri dan mengobati infeksi di permukaan kulit, CPA langsung bekerja pada akar masalah yaitu dengan mencegah produksi minyak yang berlebihan. Tetapi karena obat ini bekerja step-by-step dari dalam tubuh untuk menormalkan kadar hormon androgen, perbaikan pada kulit wajah baru bisa dilihat setelah 1-3 bulan pemakaian.

    Manfaat pencegahan, yaitu OC mengurangi resiko terkena:
  • Infeksi pada organ reproduksi internal, s/d 50%
  • Kanker ovarium dan endometrium, s/d 40%
  • Benjolan jinak payudara, s/d 40%
  • Kista ovarium, s/d 80%
  • Infertilitas primer, s/d 40%
  • Kehamilan ektopik (di luar kandungan), s/d 90%
  • CARA MINUM OC

    OC harus diminum tiap hari dengan cara mengikuti petunjuk nama hari yang tertera di blisternya. Untuk memulai blister pertama Anda, mulailah minum pil pada hari pertama haid, misalnya: Anda mendapat haid pada hari Rabu maka ambil pil yang dibawahnya ada tanda Rabu. Lanjutkan minum pil setiap hari sampai habis (21 hari) yang pasti jatuh pada hari Selasa. Kemudian berhenti minum pil selama 7 hari (akan terjadi menstruasi). Setelah 7 hari bebas pil ini, lanjutkan minum pil dari kemasan yang baru pada hari Rabu lagi, jadi untuk blister ke-2 dst, selalu ikuti siklus 21 hari minum pil +7 hari bebas tablet.

    2. Suntik

    Tersedia suntik 1 bulan (estrogen + progesteron) dan 3 bulan (depot progesteron, tidak terjadi haid). Cukup praktis tetapi karena memasukkan hormon sekaligus untuk 1 atau 3 bulan, orang yang sensitif sering mengalami efek samping yang agak berat.

    3. Susuk KB (Implan)

    Depot progesteron, pemasangan dan pencabutan harus dengan operasi kecil.

    4. Koyo KB (Patch)

    Ditempelkan di kulit setiap minggu, sayangnya bagi yang berkulit sensitif sering menimbulkan reaksi alergi.

    5. Disclaim