Bayi Baru Lahir (BBL)
Senin, 15 Maret 2010Posted by
Ibnu Syahidun
Pengertian Bayi Baru Lahir (BBL)
Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 40 minggu dengan berat badan 2500 gram sampai 4000 gram.
Ciri-ciri bayi baru lahir normal:
Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 40 minggu dengan berat badan 2500 gram sampai 4000 gram.
Ciri-ciri bayi baru lahir normal:
- BB 2500-4000 gram
- Panjang badan 48-52 cm
- Lingkar kepala 33-35 cm
- Denyut jantung pada pertama kali 120-140x/menit. RR = 40x/menit
- Kulit kemerahan, Apgar score 8-10, reftek baik
- Kuku agak panjang dan lemas
- Genetalia : Jika perempuan genetalia mayora ditutupi labia minora, jika laki-laki testisnya sudah turun
- Eliminasi baik urine dan mekonium akan keluar dalam 24 jam
Bayi yang sehat akan menangis dalam 30 detik. Tidak perlu dilakukan apa-apa lagi karena bayi mulai bernafas spontan dan warna kulitnya kemerah-merahan. (Prawirohardjo, 1999: 248)
Keadaan Klinik Bayi Normal Segera Setelah Lahir
Pada waktu lahir bayi sangat aktif, bunyi jantung dalam menit pertama kira-kira 180x/menit yang kemudian turun sampai 140x/menit. Pada waktu bayi berumur 30 menit. Pernapasan cepat pada menit-menit pertama disertai dengan pernapasan cuping hidung, refraksi suprastenal dan interkostal serta rintihan hanya berlangsung 10-15 menit.
Akibat dari aktivitas berlebihan maka bayi menjadi tegang dan relatif tidak memberi reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam. Dalam keadaan ini bayi tertidur untuk beberapa menit sampai 4 jam. Pada saat bangun ia menjadi mudah terangsang, frekuensi bunyi jantung meningkat, perubahan warna, kadang keluar lendir dari mulut. Sesudah masa ini dilalui keadaan bayi mulai stabil (Prawiroharjo, 1999: 225)
Sebab-sebab timbulnya pernapasan yang pertama
- Rangsangan pada kulit
- Penimbunan CO2
- Kekurangan O2
- Pernapasan intra uterin
- Tekanan pada thorux sebelum lahir
- Pemeriksaan bayi (Sulaeman, 2002: 331)
Alat-alat untuk merawat bayi:
- Penghisap lendir
- Tabung oksigen beserta perlengkapannya
- Alat resusitasi pernapasan, obat-obatan, glukosa 40%, bikarbonas natriku 70%, nalorfin sebagai antidotum morfin, dan pefidin
- Alat pemotong, pengikat, dan antiseptik tali pusat
- Tanda pengenal bayi
- Tempat tidur bayi dan inkubator
- Stopwatch dan termometer
Penanganan Bayi Baru Lahir
1. Membersihkan Jalan Nafas
Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. Bila tidak langsung menangis maka dilakukan pembersihan jalan nafas dengan cara:
- Letakkan bayi telentang pada alas yang keras, datar, dan hangat
- Gulungkan dan letakkan di bawah bahu sehingga kepala ekstensi
- Bersihkan mulut lalu hidung dengan tangan yang terbungkus kasa steril
- Sentil telapak kaki bayi smbil mengusap punggungnya. Dengan upaya ini
2. Memotong dan merawat tali pusat
Tali pusat dipotong sebelum atau sesudah placenta lahir tidak begitu menentukan dan tidak mempengaruhi bayi, kecuali bayi kurang bulan. Tali pusat dipotong 5 cm dari dinding perut bayi dan diikat dengan pengikat steril. Luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol 70% serta dibalut kasa steril. Pemabalut diganti tiap hari dan setiap tali pusat mambasahi atau mengotori pembalut.
3. Mempertahankan suhu tubuh bayi
Bayi baru lahir harus dibungkus hangat suhu tubuh bayi merupakan tolok ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil.
4. Memberikan vitamin K
Pendarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir berkisar 0,25 – 0,5%. Untuk mencegah terjadinya pendarahan tersebut semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg/hari selama 3 hari sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0,5-1 mg IM
5. Memberi obat tetes atau salep mata
Setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. Pemberian obat mata eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1%
6. Identifikasi bayi
Sebuah alat pengenal yang efektif harus diberikan pada setiap bayi baru lahir dan harus tetap ditempatnya sampai bayi dipulangkan
7. Pencegahan infeksi
- Cuci tangan sebelum melakukan perawatan pada bayi
- Pertahankan sisa tali pusat dalam keadaan terbuka dan ditutupi dengan kain bersih yang longgar.
- Lipat popok dibawah sisa tali pusat
- Jika tali pusat terkena kotoran cuci dngan sabun dan air bersih dan keringkan
Perubahan-perubahan yang segera terjadi sesudah kelahiran
1. Perubahan metabolisme karbohidrat
Dalam 2 jam sesudah lahir terjadi penurunan kadar gula darah tali pusat dari 65mg /100 ml menjadi 50mg/100ml. Energi tambahan diambil dari hasil metabolisme asam lemak sehingga kadar gula darah dapat mencapai 120mg/100ml. Karena perubahan glukosa menjadi glikogen meningkat atau adanya gangguan pada metabolisme asam lemak, maka kemungkinan besar bayi akan menderita hipoglikemi misalnya pada bayi BBLR dan ibu dengan diabetes melitus, bayi dengan hipotermi, asfiksia.
2. Perubahan suhu tubuh
Hal ini dikarenakan suhu ruangan lebih rendah dari suhu uterus sehingga terjadi penurunan suhu tubuh sebanyak 2oC dalam waktu 15 menit.
3. Perubahan sistem pernapasan
Pernapasan pertama pada bayi normal terjadi dalam waktu 30 detik sesudah kelahiran. Pernapasan timbul sebagai akibat aktivitas normal susunan syaraf dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainnya.
4. Perubahan sistem sirkulasi
Dengan berkembangnya paru-paru, tekanan oksigen di dalam alveoli meningkat dan tekanan dioksida menurun. Hal tersebut mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh darah paru sehingga aliran darah meningkat. Kemudian mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus menutup. Dengan menciutnya arteri dan vena umbiukalis dan adanya pemotongan tali pusat aliran darah dari placenta melalui vena kava inferior dan foramen ovale keatnum kiri terhenti. Dengan diterimanya darah oleh atrium kiri dan paru-paru, tekanan diatrium kiri menjadi lebih tinggi daripada tekanan diatnum kanan. Ini menyebabkan foramen ovale menutup. Sirkulasi janin sekarang berubah menjadi sirkulasi janin yang hidup di luar badan ibu.
5. Perubahan lain
Alat-alat pencernaan, hati, ginjal, dan alat-alat lain mulai berfungsi
F. Pemantauan bayi baru lahir
Tujuan pemantauan bayi yang baru lahir adalah untuk mngetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bagi bayi yang baru lahir.
Hal-hal yang dinilai waktu pemantauan bayi pada jam pertama waktu lahir meliputi:
- Kemampuan menghisap kuat atau lemah
- Bayi tampak aktif atau lunglai
- Bayi kemerahan atau biru
Yang perlu dipantau pada bayi yang baru lahir
• Suhu badan dan lingkungan
• Tanda-tanda vital
• Berat badan
• Mandi dan peralatan kulit
• Pakaian
• Perawatan tali pusat
(Saifuddin, 2002)
Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai
• Pernapasan sulit atau lebih dari 60 X/menit
• Kehangatan terlalu panas (> 38 oC) atau terlalu dingin dengan (< 36 oC)
• Warna kuning (terutama pada 24 jam pertama) biru atau pucat, memar
• Pemberian makan hisapan lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah
• Tali pusat merah, bengkak, keluar cairan (nanah) bau busuk, pernapasan sulit
• Tinja atau kemih tidak berkemih dalam 24 jam, tinja lembek, sering, hijau ada lendir darah pada tinja
• Aktivitas menggigil, tangis tidak biasa, mudah tersinggung, lemas, terlalu mengantuk, lunglai, kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus
Keadaan Klinik Bayi Normal Segera Setelah Lahir
Pada waktu lahir bayi sangat aktif, bunyi jantung dalam menit pertama kira-kira 180x/menit yang kemudian turun sampai 140x/menit. Pada waktu bayi berumur 30 menit. Pernapasan cepat pada menit-menit pertama disertai dengan pernapasan cuping hidung, refraksi suprastenal dan interkostal serta rintihan hanya berlangsung 10-15 menit.
Akibat dari aktivitas berlebihan maka bayi menjadi tegang dan relatif tidak memberi reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam. Dalam keadaan ini bayi tertidur untuk beberapa menit sampai 4 jam. Pada saat bangun ia menjadi mudah terangsang, frekuensi bunyi jantung meningkat, perubahan warna, kadang keluar lendir dari mulut. Sesudah masa ini dilalui keadaan bayi mulai stabil (Prawiroharjo, 1999: 225)
Sebab-sebab timbulnya pernapasan yang pertama
- Rangsangan pada kulit
- Penimbunan CO2
- Kekurangan O2
- Pernapasan intra uterin
- Tekanan pada thorux sebelum lahir
- Pemeriksaan bayi (Sulaeman, 2002: 331)
Alat-alat untuk merawat bayi:
- Penghisap lendir
- Tabung oksigen beserta perlengkapannya
- Alat resusitasi pernapasan, obat-obatan, glukosa 40%, bikarbonas natriku 70%, nalorfin sebagai antidotum morfin, dan pefidin
- Alat pemotong, pengikat, dan antiseptik tali pusat
- Tanda pengenal bayi
- Tempat tidur bayi dan inkubator
- Stopwatch dan termometer
Penanganan Bayi Baru Lahir
1. Membersihkan Jalan Nafas
Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. Bila tidak langsung menangis maka dilakukan pembersihan jalan nafas dengan cara:
- Letakkan bayi telentang pada alas yang keras, datar, dan hangat
- Gulungkan dan letakkan di bawah bahu sehingga kepala ekstensi
- Bersihkan mulut lalu hidung dengan tangan yang terbungkus kasa steril
- Sentil telapak kaki bayi smbil mengusap punggungnya. Dengan upaya ini
2. Memotong dan merawat tali pusat
Tali pusat dipotong sebelum atau sesudah placenta lahir tidak begitu menentukan dan tidak mempengaruhi bayi, kecuali bayi kurang bulan. Tali pusat dipotong 5 cm dari dinding perut bayi dan diikat dengan pengikat steril. Luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol 70% serta dibalut kasa steril. Pemabalut diganti tiap hari dan setiap tali pusat mambasahi atau mengotori pembalut.
3. Mempertahankan suhu tubuh bayi
Bayi baru lahir harus dibungkus hangat suhu tubuh bayi merupakan tolok ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil.
4. Memberikan vitamin K
Pendarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir berkisar 0,25 – 0,5%. Untuk mencegah terjadinya pendarahan tersebut semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg/hari selama 3 hari sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0,5-1 mg IM
5. Memberi obat tetes atau salep mata
Setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. Pemberian obat mata eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1%
6. Identifikasi bayi
Sebuah alat pengenal yang efektif harus diberikan pada setiap bayi baru lahir dan harus tetap ditempatnya sampai bayi dipulangkan
7. Pencegahan infeksi
- Cuci tangan sebelum melakukan perawatan pada bayi
- Pertahankan sisa tali pusat dalam keadaan terbuka dan ditutupi dengan kain bersih yang longgar.
- Lipat popok dibawah sisa tali pusat
- Jika tali pusat terkena kotoran cuci dngan sabun dan air bersih dan keringkan
Perubahan-perubahan yang segera terjadi sesudah kelahiran
1. Perubahan metabolisme karbohidrat
Dalam 2 jam sesudah lahir terjadi penurunan kadar gula darah tali pusat dari 65mg /100 ml menjadi 50mg/100ml. Energi tambahan diambil dari hasil metabolisme asam lemak sehingga kadar gula darah dapat mencapai 120mg/100ml. Karena perubahan glukosa menjadi glikogen meningkat atau adanya gangguan pada metabolisme asam lemak, maka kemungkinan besar bayi akan menderita hipoglikemi misalnya pada bayi BBLR dan ibu dengan diabetes melitus, bayi dengan hipotermi, asfiksia.
2. Perubahan suhu tubuh
Hal ini dikarenakan suhu ruangan lebih rendah dari suhu uterus sehingga terjadi penurunan suhu tubuh sebanyak 2oC dalam waktu 15 menit.
3. Perubahan sistem pernapasan
Pernapasan pertama pada bayi normal terjadi dalam waktu 30 detik sesudah kelahiran. Pernapasan timbul sebagai akibat aktivitas normal susunan syaraf dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainnya.
4. Perubahan sistem sirkulasi
Dengan berkembangnya paru-paru, tekanan oksigen di dalam alveoli meningkat dan tekanan dioksida menurun. Hal tersebut mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh darah paru sehingga aliran darah meningkat. Kemudian mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus menutup. Dengan menciutnya arteri dan vena umbiukalis dan adanya pemotongan tali pusat aliran darah dari placenta melalui vena kava inferior dan foramen ovale keatnum kiri terhenti. Dengan diterimanya darah oleh atrium kiri dan paru-paru, tekanan diatrium kiri menjadi lebih tinggi daripada tekanan diatnum kanan. Ini menyebabkan foramen ovale menutup. Sirkulasi janin sekarang berubah menjadi sirkulasi janin yang hidup di luar badan ibu.
5. Perubahan lain
Alat-alat pencernaan, hati, ginjal, dan alat-alat lain mulai berfungsi
F. Pemantauan bayi baru lahir
Tujuan pemantauan bayi yang baru lahir adalah untuk mngetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bagi bayi yang baru lahir.
Hal-hal yang dinilai waktu pemantauan bayi pada jam pertama waktu lahir meliputi:
- Kemampuan menghisap kuat atau lemah
- Bayi tampak aktif atau lunglai
- Bayi kemerahan atau biru
Yang perlu dipantau pada bayi yang baru lahir
• Suhu badan dan lingkungan
• Tanda-tanda vital
• Berat badan
• Mandi dan peralatan kulit
• Pakaian
• Perawatan tali pusat
(Saifuddin, 2002)
Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai
• Pernapasan sulit atau lebih dari 60 X/menit
• Kehangatan terlalu panas (> 38 oC) atau terlalu dingin dengan (< 36 oC)
• Warna kuning (terutama pada 24 jam pertama) biru atau pucat, memar
• Pemberian makan hisapan lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah
• Tali pusat merah, bengkak, keluar cairan (nanah) bau busuk, pernapasan sulit
• Tinja atau kemih tidak berkemih dalam 24 jam, tinja lembek, sering, hijau ada lendir darah pada tinja
• Aktivitas menggigil, tangis tidak biasa, mudah tersinggung, lemas, terlalu mengantuk, lunglai, kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus