KOLOSTRUM
Selasa, 16 Maret 2010Posted by
Ibnu Syahidun

Sekilas Tentang Kolostrum Dari Beberapa Sumber
Kolostrum (dari bahasa latin colostrum) atau jolong adalah susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap akhir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi. Kolostrum manusia dan sapi warnanya kekuningan dan kental. Kolostrum penting bagi bayi mamalia (termasuk manusia) karena mengandung banyak gizi dan zat-zat pertahanan tubuh.
Kolostrum (IgG) mengandung banyak karbohidrat, protein, dan antibodi, dan sedikit lemak (yang sulit dicerna bayi). Bayi memiliki sistem pencernaan kecil, dan kolostrum memberinya gizi dalam konsentrasi tinggi. Kolostrum juga mengandung zat yang mempermudah bayi buang air besar pertama kali, yang disebut meconium. Hal ini membersihkannya dari bilirubin, yaitu sel darah merah yang mati yang diproduksi ketika kelahiran.
Kolostrum adalah cairan pra-susu yang dihasilkan oleh induk mamalia dalam 24-36 jam pertama setelah melahirkan (pasca-persalinan). Kolostrum mensuplai berbagai faktor kekebalan (faktor imun) dan faktor pertumbuhan pendukung kehidupan dengan kombinasi zat gizi (nutrien) yang sempurna untuk menjamin kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kesehatan bagi bayi yang baru lahir. Namun karena kolostrum manusia tidak selalu ada, maka kita harus bergantung pada sumber lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolostrum sapi (bovine colostrum) sangat mirip dengan kolostrum manusia dan merupakan suatu alternatif yang aman. Bahkan ada laporan yang menyatakan bahwa kolostrum sapi empat kali lebih kaya akan faktor imun daripada kolostrum manusia.
Ada lebih dari 90 bahan bioaktif alami dalam kolostrum. Komponen utamanya dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor imun dan faktor pertumbuhan. Kolostrum juga mengandung berbagai jenis vitamin, mineral, dan asam amino yang seimbang. Semua unsur ini bekerja secara sinergis dalam memulihkan dan menjaga kesehatan tubuh.
Suhermi, dkk (2009: 27) menjelaskan bahwa kolostrum merupakan bahan yang kaya akan anti infeksi, dapat membersihkan alat pencernaan bayi dari zat-zat yang tidak berguna. Protein utama dalam klostrum adalah immunoglobulin (IgG, IgA dan IgM), yang merupakan antibodi guna menangkal dan menetralisir bakteri, virus, jamur dan parasit. IGF-1 dan IGF-2 merupakan kelompok lain dalam kolostrum dan keduanya dapat memicu dan mempercepat pertumbuhan sel dan mempunyai kemampuan untuk membantu pengeluaran hormon dari berbagai sistem tubuh. Protein lain termasuk hormone, enzym, gula kompleks serta faktor pertumbuhan akan mempercepat proses pemulihan. Kolostrum juga mengandung proline-richpolypeptide (PRP) yang dapat membantu menormalkan sistem imun yang terlalu aktif ataupun kurang aktif. Bahan-bahan protein antibodi tersebut zat anti-infeksi yang keberadaannya adalah 10-17 kali lebih banyak dibandingkan ASI yang matang. Kadar karbohidrat dan lemak lebih rendah dibandingkan dengan ASI matang. Total energi lebih rendah jika dibandingkan dengan susu matang, volume kolostrum antara 150-300 ml/24 jam.
Lebih lanjut Supriyadi, dkk (2002: 20) menjelaskan bahwa kolostrum memiliki kandungan protein dua kali lebih banyak, atau bahkan lebih, dibandingkan dengan ASI mature. Kolostrum yang akan terus keluar selama kurang lebih seminggu setelah bayi lahir juga mengandung beberapa jenis asam amino yang tidak terdapat di dalam ASI mature. Perbedaan lain kolostrum dengan ASI mature adalah kolostrum memiliki kadar gula yang lebih rendah. Hal ini, menurut sebuah teori, diperlukan untuk mengimbangi tingginya kadar gula darah pada bayi baru lahir. Selain itu, kolostrum juga mengandung aneka jenis vitamin, seperti vitamin A, B6, B12, C, D dan K serta mineral khususnya zat besi (Zn) dan kalsium (Ca). Selain mengandung aneka jenis zat gizi, kolostrum sebagaimana juga ASI mature mengandung enzim pencernaan yang belum mampu diproduksi oleh bayi yang baru lahir. Artinya bayi yang mendapat kolostrum sudah memperoleh makanan separuh cerna yang sifatnya mudah diserap. Kolostrum juga befungsi sebagai obat pencahar bagi bayi, yang membantu memudahkan perjalanan mekoonium (zat berwarna hijau tua yang sudah terdapat di dalam usus bayi sejak dia masih berada di dalam kandungan). Mekonium ini merupakan medium perkembangbiakan pertama bagi bakteri Lactobacillus bifidu, dan di dalamnya juga mengandung faktor pertumbuhan yang penting bagi bakteri tersebut. Bakteri tersebut sangat bermanfaat dalam membantu sistem pencernaan bayi untuk mempersiapkan diri agar mampu mengkonsumsi ASI. Di samping bermanfaat untuk mempermudah kerja sistem pencernaan bayi, kolostrum juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi dan masih rendah.
Manfaat dan kandungan kolostrum adalah sebagai berikut:
Kolostrum (dari bahasa latin colostrum) atau jolong adalah susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap akhir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi. Kolostrum manusia dan sapi warnanya kekuningan dan kental. Kolostrum penting bagi bayi mamalia (termasuk manusia) karena mengandung banyak gizi dan zat-zat pertahanan tubuh.
Kolostrum (IgG) mengandung banyak karbohidrat, protein, dan antibodi, dan sedikit lemak (yang sulit dicerna bayi). Bayi memiliki sistem pencernaan kecil, dan kolostrum memberinya gizi dalam konsentrasi tinggi. Kolostrum juga mengandung zat yang mempermudah bayi buang air besar pertama kali, yang disebut meconium. Hal ini membersihkannya dari bilirubin, yaitu sel darah merah yang mati yang diproduksi ketika kelahiran.
Kolostrum adalah cairan pra-susu yang dihasilkan oleh induk mamalia dalam 24-36 jam pertama setelah melahirkan (pasca-persalinan). Kolostrum mensuplai berbagai faktor kekebalan (faktor imun) dan faktor pertumbuhan pendukung kehidupan dengan kombinasi zat gizi (nutrien) yang sempurna untuk menjamin kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kesehatan bagi bayi yang baru lahir. Namun karena kolostrum manusia tidak selalu ada, maka kita harus bergantung pada sumber lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolostrum sapi (bovine colostrum) sangat mirip dengan kolostrum manusia dan merupakan suatu alternatif yang aman. Bahkan ada laporan yang menyatakan bahwa kolostrum sapi empat kali lebih kaya akan faktor imun daripada kolostrum manusia.
Ada lebih dari 90 bahan bioaktif alami dalam kolostrum. Komponen utamanya dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor imun dan faktor pertumbuhan. Kolostrum juga mengandung berbagai jenis vitamin, mineral, dan asam amino yang seimbang. Semua unsur ini bekerja secara sinergis dalam memulihkan dan menjaga kesehatan tubuh.
Suhermi, dkk (2009: 27) menjelaskan bahwa kolostrum merupakan bahan yang kaya akan anti infeksi, dapat membersihkan alat pencernaan bayi dari zat-zat yang tidak berguna. Protein utama dalam klostrum adalah immunoglobulin (IgG, IgA dan IgM), yang merupakan antibodi guna menangkal dan menetralisir bakteri, virus, jamur dan parasit. IGF-1 dan IGF-2 merupakan kelompok lain dalam kolostrum dan keduanya dapat memicu dan mempercepat pertumbuhan sel dan mempunyai kemampuan untuk membantu pengeluaran hormon dari berbagai sistem tubuh. Protein lain termasuk hormone, enzym, gula kompleks serta faktor pertumbuhan akan mempercepat proses pemulihan. Kolostrum juga mengandung proline-richpolypeptide (PRP) yang dapat membantu menormalkan sistem imun yang terlalu aktif ataupun kurang aktif. Bahan-bahan protein antibodi tersebut zat anti-infeksi yang keberadaannya adalah 10-17 kali lebih banyak dibandingkan ASI yang matang. Kadar karbohidrat dan lemak lebih rendah dibandingkan dengan ASI matang. Total energi lebih rendah jika dibandingkan dengan susu matang, volume kolostrum antara 150-300 ml/24 jam.
Lebih lanjut Supriyadi, dkk (2002: 20) menjelaskan bahwa kolostrum memiliki kandungan protein dua kali lebih banyak, atau bahkan lebih, dibandingkan dengan ASI mature. Kolostrum yang akan terus keluar selama kurang lebih seminggu setelah bayi lahir juga mengandung beberapa jenis asam amino yang tidak terdapat di dalam ASI mature. Perbedaan lain kolostrum dengan ASI mature adalah kolostrum memiliki kadar gula yang lebih rendah. Hal ini, menurut sebuah teori, diperlukan untuk mengimbangi tingginya kadar gula darah pada bayi baru lahir. Selain itu, kolostrum juga mengandung aneka jenis vitamin, seperti vitamin A, B6, B12, C, D dan K serta mineral khususnya zat besi (Zn) dan kalsium (Ca). Selain mengandung aneka jenis zat gizi, kolostrum sebagaimana juga ASI mature mengandung enzim pencernaan yang belum mampu diproduksi oleh bayi yang baru lahir. Artinya bayi yang mendapat kolostrum sudah memperoleh makanan separuh cerna yang sifatnya mudah diserap. Kolostrum juga befungsi sebagai obat pencahar bagi bayi, yang membantu memudahkan perjalanan mekoonium (zat berwarna hijau tua yang sudah terdapat di dalam usus bayi sejak dia masih berada di dalam kandungan). Mekonium ini merupakan medium perkembangbiakan pertama bagi bakteri Lactobacillus bifidu, dan di dalamnya juga mengandung faktor pertumbuhan yang penting bagi bakteri tersebut. Bakteri tersebut sangat bermanfaat dalam membantu sistem pencernaan bayi untuk mempersiapkan diri agar mampu mengkonsumsi ASI. Di samping bermanfaat untuk mempermudah kerja sistem pencernaan bayi, kolostrum juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi dan masih rendah.
Manfaat dan kandungan kolostrum adalah sebagai berikut:
- Kolostrum merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar payudara, mengandung tissue debris dan residual material yang terdapat dalam alveoli dan duktus dari kelenjar payudara sebelum dan setelah masa puerperium.
- Disekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai hari ketiga atau keempat
- Komposisi dari kolostrum ini dari hari ke hari selalu berubah
- Merupakan cairan viscouse kental dengan warna kekuning-kuningan, lebih kuning dibandingkan dengan susu yang matur.
- Merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan mekoneum dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi bagi makanan yang akan datang
- Lebih banyak menganung protein dibandingkan dengan ASI yang matur, tetapi berlainan dengan ASI yang matur pada kolostrum protein yang utama adalah globulin (gamma globulin).
- Lebih banyak mengandung antibodi dibandingkan dengan ASI yang matur, dapat memberikan perlindungan bayi bayi sampai umur 6 bulan
- Kadar karbohidrat dan lemak rendah jika dibandingkan dengan ASI matur
- Mineral, terutama natrium, kalium dan klorida lebih tinggi jika dibandingkan dengan susu matur.
- Total energi lebih rendah jika dibandingkan dengan susu matur, hanya 58 kal/100 ml kolostrum
- Vitamin yang larut dalam lebih tinggi jika dibandingkan dengan ASI matur, sedangkan vitamin yang larut dalam air dapat lebih tinggi atau lebih rendah.
- Bila dipanaskan akan menggumpal, sedangkan ASI matur tidak
- pH lebih alkalis dibandingkan dengan ASI matur
- Lipidnya lebih banyak mengandung kolesterol dan lesitin dibandingkan dengan ASI matur
- Terdapat tripsin inhibitor, sehingga hidrolisis protein di dalam usus bayi menjadi kurang sempurna. Hal ini akan lebih banyak menambah kadar antibodi pada bayi.
- Volume berkisar 150-300 ml/24 jam.
UNTUK MENCARI DARI SUMBER LAIN SILAHKAN PILIH SITUS DIBAWAH INI